Indonesiabch.or.id – Judi online telah menjadi fenomena yang berkembang pesat dengan adanya peningkatan akses internet di kalangan remaja.
Pada era digital yang semakin maju seperti saat ini, teknologi informasi tidak hanya menawarkan dampak positif tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Salah satu persoalan yang semakin meresahkan adalah judi online, khususnya di kalangan pelajar. Belum lama ini, Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, memberikan nasihat penting kepada siswa-siswi guna menghindari jerat judi daring. Serta mengingatkan mereka terhadap bahaya paham radikalisme saat acara deklarasi anti-judol yang diadakan di SMPN 5 Wates.
Memahami Bahaya Judi Online
Judi online telah menjadi fenomena yang berkembang pesat dengan adanya peningkatan akses internet di kalangan remaja. Kemudahan dalam mengakses situs perjudian hanya melalui perangkat pintar membuat banyak orang tergoda untuk mencoba peruntungan. Namun, sebagaimana disampaikan oleh Wakil Bupati Kulonprogo, tidak ada orang yang menjadi sukses karena terlibat dalam aktivitas ilegal ini. Malahan, judi online bisa menjerumuskan individu ke dalam lingkaran hutang dan kecanduan yang sulit untuk dihindari.
Pendidikan sebagai Upaya Pencegahan
Salah satu strategi yang paling efektif dalam memerangi pertumbuhan judi online di kalangan siswa adalah memberikan pendidikan dan pemahaman lebih awal tentang bahayanya. Dalam acara di Wates, Wabup Ambar menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendampingi dan mengawasi penggunaan internet oleh anak-anak mereka. Dengan adanya bimbingan yang kuat dari lingkungan terdekat. Diharapkan para siswa dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan tidak terjerumus ke dalam praktik judi daring.
Radikalisme: Ancaman Bersama
Tidak hanya judi online, ancaman lain yang turut disampaikan Wabup adalah bahaya paham radikalisme. Paham ekstremis ini dapat dengan mudah merasuki pikiran generasi muda melalui konten-konten yang tersebar di media sosial. Oleh karena itu, pencegahan terhadap radikalisme juga harus menjadi perhatian utama dalam pendidikan, yakni membekali siswa dengan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah, tentunya, memegang peran penting dalam memberantas judi online dan radikalisme. Namun, tidak bisa disangkal bahwa peran masyarakat, terutama keluarga, menjadi garis pertahanan pertama. Dengan dukungan kebijakan yang memadai dari pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk lebih waspada, ancaman yang dihadapi para pelajar ini dapat diminimalisir. Inisiatif-inisiatif lokal seperti deklarasi anti-judol diharapkan dapat menginspirasi aksi serupa di tempat lain.
Langkah Kongkret ke Depan
Pencegahan judi online dan radikalisme tidak bisa diselesaikan dengan hanya sekali sosialisasi atau deklarasi. Diperlukan kebijakan yang menyeluruh dan kontinu, serta inovasi dalam pendidikan dan kontrol sosial. Pemerintah dapat bekerja sama dengan penyedia layanan internet untuk memblokir situs-situs berbahaya dan memperkuat regulasi yang sudah ada. Penguatan pendidikan karakter di sekolah-sekolah dapat menjadi bagian dari langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari pengaruh buruk ini.
Secara keseluruhan, pesan Wakil Bupati Kulonprogo kepada siswa-siswi mengenai bahaya judi online dan radikalisme seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua. Ketika kita sadar akan potensi ancaman yang dibawa oleh perkembangan teknologi, kita juga harus siap untuk bertindak demi menjaga masa depan generasi muda. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, diharapkan tantangan ini bisa diatasi sehingga mereka dapat tumbuh dalam ekosistem yang sehat dan membangun, bukan hanya dalam hal akademis tetapi juga moral dan sosial.
