Jelang Muktamar NU, puluhan tokoh pesantren, akademisi, aktivis muda, dan santri berkumpul untuk merumuskan seruan moral menjelang perhelatan organisasi. Pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid itu menghasilkan sembilan seruan yang dinilai penting oleh peserta forum.

Forum bertajuk Jagongan Jelang Muktamar NU diselenggarakan pada Rabu (9/7/2026) malam di Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang. Dengan tema Pesantren, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan, pertemuan sekitar tiga jam itu menjadi ruang dialog lintas generasi menjelang agenda besar organisasi.
Forum dan Peserta: Ruang Diskusi Lintas Kalangan
Pertemuan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid mempertemukan berbagai elemen dari dunia pesantren dan kalangan muda. Hadir dalam forum tersebut puluhan tokoh pesantren, akademisi, aktivis muda, serta santri yang mewakili beragam latar belakang. Diskusi berlangsung intens selama kurang lebih tiga jam, dengan fokus pada hubungan pesantren dengan kebudayaan dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Keberagaman peserta menjadi salah satu ciri pertemuan ini. Keterlibatan akademisi dan aktivis muda menunjukkan upaya menjembatani perspektif tradisi keagamaan dengan dinamika pemikiran konrer yang berkembang di kalangan kaum muda.
Isu Utama yang Diangkat
Dalam forum bertema Pesantren, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan, beberapa isu sentral menjadi bahan pembahasan. Meski perincian isi sembilan seruan tidak dirinci dalam rilis awal, tema acara menunjukkan perhatian pada peran pesantren dalam pelestarian budaya lokal serta kontribusi institusi pendidikan keagamaan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Diskusi diarahkan untuk mengeksplorasi langkah-langkah praktis agar pesantren tetap relevan di era modern, sekaligus menjaga nilai-nilai kebudayaan dan tradisi yang menjadi ciri khas komunitas pesantren. Kolaborasi lintas sektor juga menjadi poin penting, terutama keterlibatan generasi muda dalam proses pembaruan tanpa meninggalkan akar budaya.
Sembilan Seruan Moral dan Maknanya
Hasil akhir forum adalah sembilan seruan moral yang dirumuskan oleh peserta sebagai bentuk rekomendasi moral menjelang Muktamar NU. Seruan tersebut merupakan wujud konsensus para peserta mengenai hal-hal yang dianggap perlu diperkuat oleh komunitas pesantren dan pendukungnya dalam konteks sosial dan keagamaan saat ini.
Mengingat forum ini bersifat jagongan—suatu bentuk pertemuan yang mengedepankan dialog santai namun substansial—hasil seruan diharapkan mencerminkan aspirasi kolektif dari berbagai lapisan yang hadir. Seruan moral semacam ini biasanya dimaknai sebagai panduan etis yang dapat dijadikan rujukan dalam pengambilan keputusan dan sikap publik menjelang agenda besar organisasi.
Para peserta menilai bahwa momen menjelang Muktamar NU merupakan kesempatan strategis untuk menyuarakan nilai-nilai moral dan memperkuat peran pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Forum Jagongan Jelang Muktamar NU di Malang menunjukkan bagaimana dialog antar-generasi dan lintas profesi dapat memunculkan rumusan bersama yang bersifat moral dan normatif, sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan aktif anak muda dalam isu-isu kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
