Presiden AS Donald Trump menginformasikan niatnya untuk menghapus Syria dari daftar negara pendukung teror. Pengumuman itu disampaikan melalui surat kepada pemimpin Syria, Ahmed al-Scharaa, yang diserahkan Rabu lalu setelah pertemuan di Ankara.

Trump juga memberi tahu Kongres mengenai keputusan tersebut. Kongres diberi waktu 45 hari untuk melakukan peninjauan sebelum keputusan itu dapat berlaku.
Isi surat kepada Ahmed al-Scharaa
Dalam suratnya, Trump menegaskan komitmennya untuk menghilangkan hambatan yang dianggap menghalangi upaya rekonstruksi di Syria. Di bagian surat yang dikutip, ia menulis: “Ich habe versprochen, alle Hürden aus dem Weg zu räumen, die Sie am Wiederaufbau Ihres Landes hindern, und sehr bald werden Sie endlich dazu in der Lage sein”.
Selain itu, surat itu menyebutkan kesediaan sektor swasta AS untuk berinvestasi di Syria. Pernyataan itu mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan AS siap menanam modal untuk membuat Syria lebih makmur dari sebelumnya.
Penyerahan surat dan pertemuan di Ankara
Sebuah sumber pemerintahan AS tingkat tinggi menyatakan bahwa surat tersebut diserahkan setelah pertemuan dua pemimpin di Ankara. Keterangan itu menempatkan proses komunikasi sebagai lanjutan dari pertemuan tatap muka sebelum pemberitahuan resmi ke Kongres.
Proses peninjauan di Kongres
Trump menyampaikan keputusan ini secara resmi kepada Kongres, yang memiliki jangka waktu 45 hari untuk meninjau langkah penghapusan status tersebut. Selama periode itu, Kongres dapat memeriksa dokumen dan mempertimbangkan implikasi kebijakan sebelum keputusan diberlakukan.
Potensi investasi dan imbauan rekonstruksi
Surat tersebut menekankan peran potensial investasi pembangunan dari perusahaan AS dalam proses rekonstruksi Syria. Pernyataan mengenai kesiapan investor swasta terkait diulang sebagai bagian dari dorongan agar hambatan internasional dapat diatasi, sehingga proses pemulihan di negara itu bisa berjalan lebih cepat.
Keputusan untuk menghapus Syria dari daftar negara pendukung teror, serta langkah administratif yang mengikutinya, menandai perubahan kebijakan yang akan dipantau selama masa peninjauan oleh legislatif. Para pihak terkait kini menunggu hasil proses formal di Kongres selama 45 hari berikutnya untuk melihat apakah keputusan itu akan segera berlaku.
