Indonesiabch.or.id – Keberadaan platform streaming yang menawarkan akses mudah ke berbagai konten internasional semakin memperluas pilihan tontonan.
Di era digital ini, keberadaan platform streaming yang menawarkan akses mudah ke berbagai konten internasional semakin memperluas pilihan tontonan. Namun, hal ini tidak selalu tanpa risiko, terutama ketika kita berbicara tentang kandungan yang bertentangan dengan nilai dan budaya lokal. Isu ini menjadi perhatian di Malaysia, di mana lima dari sepuluh konten asing yang tersedia di platform streaming diperkirakan mengandung elemen yang bertentangan dengan nilai agama dan budaya setempat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena anak-anak dan remaja menjadi sangat rentan terkena pengaruh negatif dari konten tersebut.
Dampak Negatif Pada Pembentukan Jati Diri
Pemahaman dan pembentukan jati diri anak dan remaja sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka konsumsi melalui media. Konten yang mengandung elemen seperti LGBTQ dan kekerasan ekstrim dapat mempengaruhi pandangan dan perspektif mereka terhadap dunia. Adanya narasi-narasi seperti itu bisa menormalkan perilaku yang tidak diinginkan sesuai dengan nilai-nilai agama dan sosial masyarakat Malaysia. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk menyaring konten yang dapat diakses oleh masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Kendalikan Konsumsi Konten dengan Bijak
Konsumen sebenarnya memiliki kontrol atas apa yang ditonton melalui pilihan personal dan pengaturan yang tersedia di platform streaming. Namun, kebanyakan orang tua mungkin kurang menyadari pentingnya pengaturan parental control yang sebenarnya bisa menjadi alat efektif untuk melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai. Selain itu, diperlukan kesadaran yang lebih tinggi dalam hal memanfaatkan fitur keamanan agar lebih efektif. Seorang ibu rumah tangga berpendapat bahwa sementara larangan yang ketat mungkin tidak diperlukan, pengguna harus lebih bijak dalam memilih konten yang sesuai untuk diri mereka dan keluarga mereka.
Peran Pemerintah dan Pengawasan Konten
Pemerintah Malaysia melalui akta dan regulasinya sebenarnya sudah mulai melangkah untuk mengontrol konten yang tersedia di platform streaming. Namun, tantangannya adalah bahwa aturan yang ada mungkin tertinggal dibandingkan dengan dinamika dan kecepatan pertumbuhan layanan online. Oleh karena itu, pembaruan regulasi dan pengembangan kebijakan yang lebih adaptif dan relevan dengan era digital menjadi sangat penting. Pemerintah diharapkan bisa meningkatkan pendidikan literasi digital untuk lebih mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengawasan konten.
Perlunya Pendidikan Literasi Digital
Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, literasi digital menjadi elemen penting dalam melindungi penonton, khususnya anak-anak dan remaja. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya memahami alat dan fitur keselamatan yang tersedia di platform streaming bisa membantu mengurangi paparan terhadap konten yang tidak sesuai. Pendidikan literasi digital juga perlu difokuskan pada memahami dampak dari konsumsi konten asing terhadap nilai-nilai lokal, sekaligus membekali pengguna dengan kemampuan untuk menilai konten secara kritis.
Tanggung Jawab Bersama
Meskipun regulasi dan kebijakan pemerintah memiliki peran penting, tanggung jawab utama juga terletak pada individu, terutama orang tua dan pengasuh. Merekalah yang harus memastikan bahwa anak-anak mereka tidak terpapar pada konten yang bisa merusak. Kreativitas tidak harus dikorbankan demi keamanan; sebaliknya, pengawasan yang baik bisa berdampingan dengan kebebasan mengekspresikan kreativitas. Pengasuh diharapkan lebih aktif menggunakan kendali orang tua yang ditawarkan oleh banyak layanan streaming.
Pada intinya, keseimbangan antara kebebasan berkarya dan regulasi yang ketat adalah kunci untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman. Penguatan regulasi penting, namun keberhasilan pengawasan konten jauh lebih efektif jika semua pihak terkait menjadi bagian dari solusi. Kesimpulannya, perhatian yang mendalam terhadap bagaimana kita terhubung dan berinteraksi dengan konten digital dapat membuat perbedaan yang signifikan dalam membentuk generasi yang mendatang. Regulasi, edukasi, dan pengawasan adalah elemen yang perlu berjalan beriringan demi masa depan yang lebih baik.
