Indonesiabch.or.id – Universitas Telkom (Tel-U) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya lokal melalui program PISN 2025.
Universitas Telkom (Tel-U) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian budaya lokal melalui program PISN 2025. Melalui inisiatif ini, universitas yang terletak di Bandung, Jawa Barat, berfokus pada revitalisasi media digital untuk meningkatkan kompetensi dan promosi Sanggar Celentung yang berada di Selaawi, Kabupaten Garut. Pelatihan ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman modern serta menjaga keberlangsungan seni tradisional.
BACA JUGA : Integritas Forum Integritas 2025 BPJS Ketenagakerjaan
Strategi Digital untuk Pelestarian Budaya
Pelatihan yang diberikan kepada anggota Sanggar Celentung mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan konten digital. Dalam era digital saat ini, kemampuan untuk memanfaatkan media sosial dan platform online menjadi sangat vital bagi setiap kelompok seni. Melalui penguatan kapasitas ini, diharapkan Sanggar Celentung dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan visibilitas mereka di tengah maraknya konten digital.
Pentingnya Teknologi dalam Pemasaran Seni
Dalam sesi pelatihan, para peserta diajarkan teknik-teknik pemasaran yang berbasis digital. Mereka diberikan pemahaman mendalam tentang pembuatan konten yang menarik serta strategi pemasaran yang efektif. Hal ini bertujuan agar Sanggar Celentung tidak hanya sekadar menjadi wadah kreatif. Tetapi juga dapat beroperasi secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi untuk promosi dan distribusi karya seni.
Dampak Positif terhadap Komunitas Lokal
Keberlangsungan Sanggar Celentung tidak hanya berdampak positif bagi pelestarian budaya, tetapi juga bagi perekonomian lokal di Selaawi. Dengan semakin meningkatnya popularitas Sanggar Celentung melalui media digital, diharapkan akan ada peningkatan pengunjung yang sekaligus membantu mendorong sektor pariwisata di daerah tersebut. Hal ini tentunya berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
Mendorong Generasi Muda untuk Berpartisipasi
Program revitalisasi ini juga bertujuan untuk menarik minat generasi muda untuk kembali mengenal dan mencintai budaya lokal. Melalui pelatihan yang melibatkan teknik-teknik digital, diharapkan generasi muda dapat berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan tradisi yang ada di daerah mereka. Selanjutnya, hal ini akan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian budaya di tengah arus globalisasi.
Kerjasama antara Akademisi dan Komunitas
Program PISN 2025 merupakan contoh nyata dari sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Kerjasama antara Universitas Telkom dan Sanggar Celentung menunjukkan bahwa lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan dan pelestarian budaya. Melalui kolaborasi ini, pengetahuan dan teknologi dari akademisi dapat diterapkan secara langsung untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh komunitas.
Harapan untuk Masa Depan Pelestarian Budaya
Keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi pelestarian budaya lainnya di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi digital, berbagai bentuk seni tradisional dapat dipromosikan dan tetap hidup di tengah perubahan zaman. Inisiatif ini patut dicontoh agar lebih banyak pihak terlibat dalam pelestarian warisan budaya yang tak ternilai harganya sebelum punah oleh perkembangan zaman.
Secara keseluruhan, pelatihan yang diberikan oleh Universitas Telkom kepada Sanggar Celentung bukan hanya sekadar kegiatan akademis, tetapi juga merupakan upaya strategis untuk memastikan keberlangsungan seni dan budaya lokal. Melalui program PISN 2025, diharapkan akan muncul sinergi yang kuat antara teknologi dan budaya, menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian integral dari kemajuan masyarakat modern. Dengan langkah ini, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membangun jembatan antara generasi yang beragam.
