Penguatkuasaan undang-undang saja tidak cukup untuk menjamin keamanan dan keharmonian sosial, tegas Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail. Menurutnya, Malaysia membutuhkan landasan moral serta sikap saling menghormati dan berprasangka baik di warga.

Pernyataan itu disampaikan Saifuddin ketika berucap pada Perhimpunan Bulanan KDN di Putrajaya pada Isnin, di mana ia menyoroti peranan Kementerian Dalam Negeri (KDN) yang membawa amanah besar dalam menjaga keselamatan negara setelah lebih tiga tahun memimpin kementerian tersebut.
Asas moral sebagai pelengkap penguatkuasaan
Saifuddin menekankan bahwa sekadar menegakkan hukum dan memberikan hukuman tidak akan memadai untuk memelihara ketenteraman. Ia mengatakan bahwa masyarakat perlu dibangun berdasarkan nilai-nilai etika yang kuat agar tindakan penegakan menjadi lebih efektif.
Dalam pidatonya, ia menyampaikan sebuah peringatan yang lugas: “Semua itu tidak boleh kita capai dan pertahankan kalau hanya melalui penguatkuasaan undang-undang dan hukuman semata-mata.” Selanjutnya ia menegaskan pentingnya asas moral: “Kita perlukan asas moral yang kukuh. Kita perlukan sebuah masyarakat yang saling menghormati dan baik sangka,”
Refleksi atas kepelbagaian masyarakat
Saifuddin mengaitkan nilai kebersamaan dengan tafsir Surah al-Hujurat, yang menurutnya menegaskan bahawa manusia diciptakan berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan berbeza-beza bahasa serta budaya agar saling mengenali. Bagi negara yang berbilang kaum dan agama seperti Malaysia, semangat saling mengenali itu dianggapnya sangat penting, apalagi menjelang sambutan ulang tahun kemerdekaan.
Ia menyatakan keyakinan bahwa bila masyarakat dapat menghayati semangat yang digarisbawahi oleh surah tersebut, banyak masalah sosial yang sedang berlaku hari ini dapat dikurangkan: “Kalau masyarakat dalam negara kita boleh menghayati semangat ini, saya percaya separuh daripada hal yang berlaku dalam masyarakat hari ini akan dapat kita ubati,”
Lebih jauh, Saifuddin memberi contoh bahwa persaudaraan bukanlah semata-mata hubungan sesama umat Islam yang berkongsi akidah, melainkan persahabatan dan penghormatan yang melintasi batas suku, bangsa, dan agama.
Peranan KDN dalam menangani maklumat salah
Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam ucapan Saifuddin adalah penyebaran maklumat yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengingatkan pentingnya masyarakat menyemak kesahihan suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, sebagai langkah untuk menjaga keamanan sosial.
Dia menegaskan bahwa hal ini juga menjadi aspek penting dalam tugas kementerian, termasuk kerja sama dengan pihak berwajib lain untuk menanggulangi informasi yang sumbernya tidak jelas tetapi tersebar luas. Dalam kata-katanya: “Dalam tugas KDN, perkara ini sangat penting sampai kita turut bekerjasama dengan MCMC dalam menangani maklumat yang sumbernya tidak dapat dipastikan tetapi tersebar,”
Dengan menyoroti kerjasama antarinstansi, Saifuddin menegaskan pendekatan yang lebih holistik penegakan hukum dan pendidikan nilai-nilai sosial untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan rakyat.
Pernyataan menteri itu menjadi pengingat bahawa upaya mempertahankan keamanan negara memerlukan perpaduan kebijakan, penegakan peraturan, dan penguatan asas moral dalam masyarakat, bukan hanya tindakan hukum semata.
