SHAH ALAM — Pengarah Jentera Pilihan Raya Parti Keadilan Rakyat (PKR) Selangor, Dr Sathia Prakash Nadarajan, menyeru semua pihak yang terlibat dalam Pilihan Raya Negeri (PRN) Johor ke-16 untuk mengamalkan demokrasi matang. Ia harus tercermin lewat kempen yang menekankan dasar, fakta, dan solusi bagi isu-isu rakyat, bukan dengan memainkan sentimen agama atau kaum.

Dr Sathia meminta calon, petugas jentera, dan penyokong menghindari fitnah, provokasi, serta ucapan kebencian yang berkaitan dengan 3R iaitu kaum, agama dan institusi diraja. Pesan ini disampaikan sebagai pengingat agar proses pilihan raya berlangsung adil dan beretika.
Pesan utama kepada calon dan jentera
Dalam pernyataannya, Dr Sathia menggarisbawahi pentingnya menghormati undang-undang dan norma kempen sepanjang h pilihan raya. Ia menegaskan bahwa pendekatan politik yang menimbulkan ketakutan atau mengeksploitasi sentimen agama dan perkauman tidak seharusnya dipakai untuk meraih sokongan.
Ia menegaskan: “Politik tidak sepatutnya dibina atas naratif yang menimbulkan ketakutan atau mengeksploitasi sentimen agama dan perkauman demi meraih sokongan.” Penekanan ini ditujukan agar persaingan politik tetap fokus pada kapasitas calon, rekam jejak, dan tawaran konkret bagi masyarakat.
Lebih jauh, Dr Sathia mengingatkan bahwa agama adalah unsur penting dalam kehidupan berkomunitas, namun tidak boleh diperalatkan untuk memecah-belah atau mempengaruhi pilihan pengundi melalui sentimen tidak sehat. Ia mengingatkan kata-kata berikut: “Agama merupakan asas penting dalam kehidupan masyarakat, namun ia tidak wajar diperalatkan bagi memecahbelahkan rakyat atau mempengaruhi pertimbangan pengundi melalui sentimen yang tidak sihat.” Pernyataan ini menjadi penegasan agar nilai-nilai keagamaan tidak disalahgunakan dalam kancah politik.
Peran media sosial dan verifikasi informasi
Dr Sathia turut menyeru masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penyebaran maklumat di platform digital. Ia mengimbau warga agar memeriksa kesahihan setiap informasi sebelum mempercayai atau berkongsi, sebagai langkah penting menahan laju berita palsu dan fitnah yang dapat mencemari proses demokrasi dan mempengaruhi keputusan pilihan raya.
Menurutnya, semua pihak—termasuk pengundi—memiliki tanggung jawab bersama menahan diri dari menyebarkan kandungan yang belum diverifikasi. Upaya verifikasi bukan hanya soal etika, melainkan bagian dari menjaga kestabilan suasana berpolitik demi kepentingan umum.
Harapan untuk pengundi dan suasana PRN
Dr Sathia berharap rakyat Johor menunjukkan kematangan politik dengan membuat pilihan berdasarkan fakta, kinerja, dan tawaran terbaik demi masa depan negeri. Ia menekankan perlunya adab, integritas, dan saling menghormati di mereka yang berbeza fahaman politik agar kempen tetap berjalan dalam suasana aman dan harmoni.
Seruan ini sekaligus mengajak semua pihak menempatkan kepentingan masyarakat di atas strategi politik yang memecah-belah. Dengan demikian, PRN Johor diharapkan dapat menjadi contoh praktik demokrasi yang beretika dan berfokus pada keberlanjutan kesejahteraan rakyat.
Pesan tersebut ditujukan bukan hanya kepada peserta politik, tetapi juga kepada pemilih sebagai pengawal proses demokrasi, agar keputusan yang diambil mencerminkan pertimbangan matang dan informasi yang benar.
